malam nisfu sya'ban 2011
Diposting oleh
Unknown
on
Jumat, 15 Juli 2011
Tak terasa setahun yang lalu ujian dan cobaan silih mengisi hidupku. Saya yakin di balik semua itu pasti ada hikmahnya, dari setiap ujian dari-Nya merupakan cobaan untuk kita, dan cobaan itu merupakan rasa kasih sayang untuk umat-Nya. Allah SWT tak akan memberikan ujian yang tak mungkin umat-nya tak dapat menghadapinya dan menyelesaikannya. Terkadang kita mengeluh dan meratapi nasib, tapi apa kau sangka dari sekecil cobaan itu ada makna baik tersimpan. Maka hendaklah kita terus bemunajat pada-Nya, mensyukuri atas nikamat dan karunia-Nya.
Renungkan, banyak sekali kesalahan dan kekhilapan kita, mungkin buku amal kitapun sudah dipenuhi coretan merah. Besok buku amalan kita akan ditutup, lantas semua amalan kita tahun kemarin akan dihitung, dan kita pun akan menyambut bulan suci Ramadhan.
Kitapun akan mengenal malam nisfu sya'ban diartikan adalah sebuah moment atau waktu, tepatnya pada pertengahan Bulan Saban. Jika kita menengok kebelakang, melihat sejarah panjang perjalanan agama kita, agama Rahmatan lil alamin, maka kita akan menemui bahwa pada malam nisfu syaban merupakan malam dimana saat itu dipindahkan kiblat orang muslim dari Baitul Maqdis Palestine ke arah Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi.
Lantas apa yang dilakukan untuk menyambut malam nisfu saban ini?, untuk menyambut malam nisfu saban adalah dengan berpuasa sunnat, tepatnya puasa malam pada penanggalan 15 syaban 1432 H, Tahun ini bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 16 Juli 2011.
Imam Ahmad meriwayatkan Rasulullah Saw. bersabda, “Allah mengampuni semua dosa hamba-hamba Nya pada malam Nisy fu Sya’ban kecuali dosa orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
Abdullah bin Mas’ud ra. berkata bahwa Nabi SAW telah bersabda,“Barangsiapa mengerjakan shalat di malam Nisfu Sya’ban 100 raka’at dan pada tiap-tiap raka’atnya membaca QS. Al-Fatihah (sekali) dan QS. Al-Ikhlas 5 kali, maka Allah SWT akan menurunkan/mengirimkan 500.000 malaikat. Tiap-tiap malaikat membawa satu daftar catatan (yang terbuat) dari cahaya. Mereka menuliskan pahala (orang yang shalat pada mala Nisfu Sya’ban) sampai hari kiamat.”
Anas bin Malik bercerita bahwa Rasulullah pernah menyuruhnya pergi ke rumah Aisyah untuk suatu keperluan. Anas berkata kepada Aisyah, “Cepatlah, karena saya meninggalkan Rasulullah Saw. sedang membicarakan malam Nisyfu Saban.”
Aisyah berkata kepadanya, “Duduklah, saya akan menyampaikan kepada Anda hadis tentang Nisyfu Sya’ban. Pada malam Nisyfu Sya’ban kebetulan ia adalah malam giliran saya. Pada malam itu, saya terbangun, tetapi saya tidak menemukan beliau berada di sisi saya. Saya mengira beliau pasti mengunjungi budak yang bernama al-Qibthiyah. Saya keluar melewati masjid,tiba-tiba kaki saya menyandung Rasulullah Saw yang saat itu sedang berdoa, ” Jiwaku tunduk kepada Mu, hatiku beriman kepada Mu. Inilah tanganku dan apa yang kusembunyikan dalam diriku . Wahai Yang Mahaagung, ampunilah dosa-dosaku. Wajahku bersujud kepada Mu, duhai Sang Pencipta.
Ya Allah , berilah aku hati yang bersih dari perbuatan syirik, kufur dan dari perbuatan-perbuatan orang yang celaka.”
Beliau lalu sujud dan berdoa, “Tuhanku aku berlindung kepada keridhoan Mu darimurka Mu, kepada pengampunan Mu dari siksa Mu. Aku tidak mampu memuji Mu seperti Engkau memuji diri Mu sendiri. Aku hanya mampu berkata seperti apa yang diucapkan saudaraku Daud. Kubenamkan wajahku kedalam tanah karena keagungan Tuhan ku. ”
Lalu beliau mengangkat kepalanya kembali. Beliau berkata padaku, “Wahai Humayra, apakah engkau tidak tahu bahwa malam ini malam Nisyfu Saban ? Pada malam ini Allah membebaskan hamba-hamba Nya dari neraka sebanyak bilangan bulu kambing, kecuali enam orang ; peminum arak, orang yang menyakiti kedua orang tuanya, orang yang berbuat zina, orang yang memutuskan silaturahmi, para penjudi, dan orang yang suka marah-marah tanpa alasan.”
Sungguh luar biasa :)
kutipan http://serambitashawwuf.blogsome.com
0 komentar :
Posting Komentar