bulan tujuh
Diposting oleh
Unknown
on
Selasa, 19 Juli 2011
/
Comments: (
0
)
Bulan ke tujuh ini aku sambut, senang rasanya awal bulan ku sekarang berbeda. Awal July ini aku telah bersamanya, dan aku yakinkan pada diriku bahwa aku siap menjalani hari-hari bulan-bulan hingga akhir hayatku. Ini pilihan hidupku, memang amat sangat menyedihkan jika aku ingat dan rasakan lagi. Yupz, mungkin ini bukan suatu permainan, tapi sebuah arti hidup dan bukan sandiwara belaka. Ini nyata dan harus aku hadapi dengan kenyataan. Terasa begitu pahit, tapi aku senang dan aku nyaman. Aku pun masih tak mengerti kenapa aku jadi diriku yang seperti ini, memutuskan perkara ini dan mengambil langkah seperti itu. Di balik semuanya pun saya mendapatkan hikmah dan aku belajar hidup memang tidak sperti yang kita rencanakan.
Aku mencoba mengenalnya, membuat diriku lebih mengerti akan dirinya, aku rela merendam semua keinginanku untuk bisa lebih menjadi apa yang dia inginkan. Perbedaan memang akan hadir pada saat kita mencoba mengerti, bersabar saja aku dengan ujian ini. Aku memang berbeda tapi usahku yang aku lakukan semoga membuatmu mengerti bahwa ini aku sebenarnya, bukan seperti mereka dan yang lainnya. Aku tahu ini menjadi masalah karena harapanmu tak terwujud dan lagi lagi posisiku selalu salah.
Juliku membuatku menangis lagi di pertengahan bulan tujuhmu ini, sesuatu itu membuat otaku dipacu untuk berpirik. Keluarga-pacar-sahabat-teman-kuliah !! Arrrrghhh... pilihan terberat saat harus memutuskan mana yang terbaik. Tapi aku yakin cobaan ini tetap ujian dari-Mu yang pasti ada sesuatu terindah disaat aku bisa menghadapinya. Rintangan hidup ini akan aku lawan, mengeluh bukan saatnya senjata yang harus aku keluarkan, meskipun imunisiku telah berkurang.
Perjalanan dan roda hidup masih berjalan dan terus berjalan. Saat ini aku merasa kehilangan, tapi sesuatu yang hilang punya cara sendiri untuk kembali kepada kita pada akhirnya, meskipun dengan cara yang tak kita duga. Oke, positive thinking.. will be dreams came true :)
malam nisfu sya'ban 2011
Diposting oleh
Unknown
on
Jumat, 15 Juli 2011
/
Comments: (
0
)
Tak terasa setahun yang lalu ujian dan cobaan silih mengisi hidupku. Saya yakin di balik semua itu pasti ada hikmahnya, dari setiap ujian dari-Nya merupakan cobaan untuk kita, dan cobaan itu merupakan rasa kasih sayang untuk umat-Nya. Allah SWT tak akan memberikan ujian yang tak mungkin umat-nya tak dapat menghadapinya dan menyelesaikannya. Terkadang kita mengeluh dan meratapi nasib, tapi apa kau sangka dari sekecil cobaan itu ada makna baik tersimpan. Maka hendaklah kita terus bemunajat pada-Nya, mensyukuri atas nikamat dan karunia-Nya.
Renungkan, banyak sekali kesalahan dan kekhilapan kita, mungkin buku amal kitapun sudah dipenuhi coretan merah. Besok buku amalan kita akan ditutup, lantas semua amalan kita tahun kemarin akan dihitung, dan kita pun akan menyambut bulan suci Ramadhan.
Kitapun akan mengenal malam nisfu sya'ban diartikan adalah sebuah moment atau waktu, tepatnya pada pertengahan Bulan Saban. Jika kita menengok kebelakang, melihat sejarah panjang perjalanan agama kita, agama Rahmatan lil alamin, maka kita akan menemui bahwa pada malam nisfu syaban merupakan malam dimana saat itu dipindahkan kiblat orang muslim dari Baitul Maqdis Palestine ke arah Masjidil Haram Mekkah Arab Saudi.
Lantas apa yang dilakukan untuk menyambut malam nisfu saban ini?, untuk menyambut malam nisfu saban adalah dengan berpuasa sunnat, tepatnya puasa malam pada penanggalan 15 syaban 1432 H, Tahun ini bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 16 Juli 2011.
Imam Ahmad meriwayatkan Rasulullah Saw. bersabda, “Allah mengampuni semua dosa hamba-hamba Nya pada malam Nisy fu Sya’ban kecuali dosa orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
Abdullah bin Mas’ud ra. berkata bahwa Nabi SAW telah bersabda,“Barangsiapa mengerjakan shalat di malam Nisfu Sya’ban 100 raka’at dan pada tiap-tiap raka’atnya membaca QS. Al-Fatihah (sekali) dan QS. Al-Ikhlas 5 kali, maka Allah SWT akan menurunkan/mengirimkan 500.000 malaikat. Tiap-tiap malaikat membawa satu daftar catatan (yang terbuat) dari cahaya. Mereka menuliskan pahala (orang yang shalat pada mala Nisfu Sya’ban) sampai hari kiamat.”
Anas bin Malik bercerita bahwa Rasulullah pernah menyuruhnya pergi ke rumah Aisyah untuk suatu keperluan. Anas berkata kepada Aisyah, “Cepatlah, karena saya meninggalkan Rasulullah Saw. sedang membicarakan malam Nisyfu Saban.”
Aisyah berkata kepadanya, “Duduklah, saya akan menyampaikan kepada Anda hadis tentang Nisyfu Sya’ban. Pada malam Nisyfu Sya’ban kebetulan ia adalah malam giliran saya. Pada malam itu, saya terbangun, tetapi saya tidak menemukan beliau berada di sisi saya. Saya mengira beliau pasti mengunjungi budak yang bernama al-Qibthiyah. Saya keluar melewati masjid,tiba-tiba kaki saya menyandung Rasulullah Saw yang saat itu sedang berdoa, ” Jiwaku tunduk kepada Mu, hatiku beriman kepada Mu. Inilah tanganku dan apa yang kusembunyikan dalam diriku . Wahai Yang Mahaagung, ampunilah dosa-dosaku. Wajahku bersujud kepada Mu, duhai Sang Pencipta.
Ya Allah , berilah aku hati yang bersih dari perbuatan syirik, kufur dan dari perbuatan-perbuatan orang yang celaka.”
Beliau lalu sujud dan berdoa, “Tuhanku aku berlindung kepada keridhoan Mu darimurka Mu, kepada pengampunan Mu dari siksa Mu. Aku tidak mampu memuji Mu seperti Engkau memuji diri Mu sendiri. Aku hanya mampu berkata seperti apa yang diucapkan saudaraku Daud. Kubenamkan wajahku kedalam tanah karena keagungan Tuhan ku. ”
Lalu beliau mengangkat kepalanya kembali. Beliau berkata padaku, “Wahai Humayra, apakah engkau tidak tahu bahwa malam ini malam Nisyfu Saban ? Pada malam ini Allah membebaskan hamba-hamba Nya dari neraka sebanyak bilangan bulu kambing, kecuali enam orang ; peminum arak, orang yang menyakiti kedua orang tuanya, orang yang berbuat zina, orang yang memutuskan silaturahmi, para penjudi, dan orang yang suka marah-marah tanpa alasan.”
Sungguh luar biasa :)
kutipan http://serambitashawwuf.blogsome.com
lima belas menit
Diposting oleh
Unknown
on
Selasa, 12 Juli 2011
/
Comments: (
0
)
Manah sim kuring d uji deui. Ti sonten dugi weungi eta pesen pondok ting murudul. Aya ku atoh yen eta pesen pondok (*red SMS) dikintun ti pujaan hate, ngan ku ngenesna eta isi kekeuh matak ngadatangkeun kakaheul. Gusti ning kadedeuh nu dipikanyaah teh ngajakan wae pipaseaun, kuring ge apal eta mamaksadan teh mung ukur nguji tapi nu mana nu herey jeung bener teh teu kaciri. Ku kuring d waler, angger teu matak ngubah kalahkah beuki araneh. Nyobaan dikontak eta nomer nu katulis dilayar handphone mah "My Husband". Aeh aeh kalahkah di rijek'an ku anjeuna. Rembay deui ci soca ngamundurkeun niat kuring, teu kiat ngalakonana deui. Cacaritaan nu kamari kasuat-suat deui, janji nu dipiharepkeun luntur.
Wancik sim kuring ka hudangkeun ku ngimpen, na impenan mimilu keneh cacaritan nu kamari. Kuring langsung nempo jam tina hp tapi na eta layar hp kalah aya gambar surat tulisana 3 message. Ku kuring dibuka, bet eta eusina nu kitu deui. Ku kuring di telepon deui ka eta pengirim, ngan anggeur teu diangkat.
Hate masih teu merenah, komo ieu awak bawaana teu puguh,da resiko istri nu nuju pamengan sok sensitif, ditamabah ujian nu kamari can aya penyelesaiana. Kuring mutuskeun moal nginget-nginget deui, mulai ngalakona ieu poe rek bangkit.
Teu disangka, nu dipikaasih dipikawelas dongkap ka bumi. Kuring reuwas, kuring atoh, tapi kuring keheul keneh ka anjeuna. Serba salah kuring nyangharepan manehna.
Lima belas menit, ngan saukur sakitu kuring jeung anjeuna paamprok. Aya kuhanjakalna kuring boga sifat nu teu patut di tembongkeun, tapi ges kudu kumaha eta kajadian ges ninggalkeun caritaan anyar. Hayang ceurik ngingetna ge, kuring teh nyaah naha bet kalah jadi kieu,posisi kuring tetep nu salah wae. Anjeuna embung ngeleh kekeuh ku jaimna.
Tipoe ka poe tetep cacaritaan eweuh bedana, akur pasea hereuy serius, tapi resep oge kuring mah, ngan balik deui ieu hate asa diulinkeun. Kuring ge asa tertekan lamun kaayaan digugulung ku egois manehna, kuring tarimakeun kakurangan kuring yen kitu ayana. Tapi kuring ge emut kana eta janji, kuring ge lalaonan bisa ngubah sifat kuring, tapi hiji pamenta ti kuring, hayang pisan kuring akur deui ngan kudu babarengan saling ngubah sikap.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku mencintainya dengan cinta-Mu, aku tidak meminta seseorang yang sempurna, tapi aku berusaha membuatnya sempurna di mata-Mu...
Maha Besar Allah yang telah memberiku seseorang yang dapat membuat hidup aku menjadi sempuna