BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Belajar-mengajar sebagai suatu proses merupakan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang saling berinteraksi di dalamnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut adalah sumber belajar. Sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan belajar-mengajar, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.
Situasi sosial atau lingkungan yang ada di sekitar siswa merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pembelajaran yang berkualitas dan bermakna bagi siswa SD.
Agar penggunaan lingkungan ini lebih efektif perlu disesuaikan dengan kurikulum atau program pembelajaran yang ada. Dengan begitu, maka kita perlu mendapatkan kejelasan lebih dahulu tentang teknik pemanfaatan yang berkaitan dengan berbagai alternatif cara yang ditempuh untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran dan prosedur terkait dengan mekanisme yang harus dilakukan, sehingga lingkungan ini dapat berfungsi untuk memperkaya dan memperjelas bahan ajar yang dipelajarinya. Pembahasan tersebut penulis wujudkan dalam makalah yang berjudul “Situasi sosial sebagai media pembelajaran”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Perlukah pembelajaran dengan memanfaatkan situasi sosial sebagai media dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa?
2. Apa saja teknik pemanfaatan lingkungan ?
3. Bagaimana prosedur pemanfaatan lingkungan ?
1.3 Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan:
1. dapat memberikan manfaat bagi siswa untuk memanfaatkan situasi sosial sebagai media pembelajaran yang menyenangkan
2. untuk mengetahui dan mendeskripsikan dua cara atau teknik dalam pemanfaatan lingkungan
3. untuk mengetahui prosedur pemanfaatan lingkungan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pemanfaatan Situasi Sosial Sebagai Sumber Belajar
Lingkungan sosial sebagai sumber belajar berkenaan dengan interaksi manusia dengan kehidupan bermasyarakat. Dalam praktek pengajaran penggunaan lingkungan sosial sebagai media dan sumber belajar hendaknya dimulai dari lingkungan yang paling dekat.
Guru dapat meningkatkan kecakapan dalam menentukan media pembelajaran yang sesuai dengan materi, situasi dan kondisi lingkungan sekolah. Di lain pihak guru dan siswa bisa mempelajari keadaan sebenarnya di luar kelas dengan menghadapkan para siswa kepada lingkungan atau menghadapkan lingkungan (nara sumber) itu ke dalam kelas yang actual untuk dipelajari, diamati dalam hubungannya dengan proses belajar dan mengajar. Bila kita melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran, maka hasilnya akan lebih bermakna dan bernilai, sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alami, lebih nyata, lebih factual, dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Ada beberapa teknik atau cara bagaimana mempelajari lingkungan sebagai media dan sumber belajar. Teknik pemanfaatan lingkungan berkaitan dengan berbagai alternatif cara yang ditempuh untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran. Teknik-teknik tersebut akan memberikan alternatif cara mana yang paling tepat untuk dipilih sehingga potensi lingkungan yang ada di sekitar sekolah dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya secara optimal.
Secara umum, jenis-jenis kegiatan pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran bisa dilakukan dengan dua cara. Cara yang pertama adalah dengan membawa kelas/siswa ke dalam lingkungan yang akan dipelajarinya, dan cara yang kedua dengan membawa lingkungan itu ke dalam kelas.
2.2 Teknik Pemanfaatan Lingkungan
2.1.1 Bawa Kelas/ Siswa ke dalam Lingkungan
Memanfaatkan lingkungan dengan membawa kelas/siswa ke dalam lingkungan adalah teknik yang tepat sebagai media pembelajaran. Misalnya dengan menggunakan kegiatan karyawisata (field trip), perkemahan (school camping), kerja pangalaman dan pengamatan.
A. Kegiatan karyawisata atau “field trip”
Dalam pengertian pendidikan karyawisata adalah kunjungan siswa keluar kelas untuk mempelajari objek tertentu sebagai bagian integral dari kegiatan kurikuler di sekolah.
Objek studi itu tidak terbatas pada jarak, artinya bisa objek yang jauh dari sekolah/kota tempat di mana sekolah itu berada, misalnya mengunjungi museum geologi, kebun binatang, taman lalu lintas, dsb., namun bisa juga di tempat-tempat di sekitar sekolah, seperti halaman sekolah, kebun sekolah, organisasi kemasyarakatan di dekat sekolah, sawah, kolam ikan, dsb.
Perlu diperhatikan, sebelum melaksanakan karyawisata ini, tentu guru bersama-sama siswa perlu mempersiapkan terlebih dahulu apa yang akan dilakukan, apa yang akn dipelajari, dan bagaimana cara mempelajarinya. Terutama sekali untuk objek kunjungan yang jauh dari sekolah, perlu dipikirkan tentang naik kendaraan apa, berapa biayanya dan mungkin diperlukan pula panitia khusus yang mengurus kegiatan ini. Oleh karena itu kegiatan karyawisata ke objek yang jauh dari sekolah biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu supaya tidak terlalu mengganggu kegiatan pembelajaran, misalnya pada akhir semester atau akhir tahun ajaran.
B. Kegiatan Berkemah (school camping)
Merupakan agenda kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh institusi-institusi pendidikan di Negara-negara maju. Kegiatan berkemah ini bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk kegiatan rekreasi semata tetapi lebih dari itu untuk memperkenalkan dan mempelajari lingkungan yang ada di sekitarnya.
Siswa akan merasa senang apabila diajak untuk berkemah dan mereka dapat lebih menghayati keadaan alam yang sebenarnya seperti suhu udara, iklim, suasana, pegunungan, dsb. Siswa bisa juga mengenal masyarakat di mana kegiatan itu dilaksanakan. Kegiatan berkemah di alam terbuka, sangat cocok untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan dasar-dasar pengetahuan kealaman. Siswa bisa diberi tugas atau kegiatan yang menarik selama berkemah. Tentu saja perlu dipikirkan agar waktunya cukup dan terjamin keamanannya.
C. Kegiatan pengamatan atau survey
Yaitu mengunjungi objek tertentu yang relevan dengan tujuan belajar, misalnya untuk mengenal cara membuat satu jenis makanan kecil/ringan tang sering dimakan siswa. Kegiatan belajar yang bisa dilakukan oleh siswa, di antaranya siswa diminta untuk bertanya kepada pembuat makanan tersebut atau siswa diminta melakukan pengamatan tentang cara membuat makanan ringan tersebut.
D. Kerja Pengalaman
Praktek lapangan dilakukan oleh para siswa untuk memperoleh keterampilan dan kecakapan khusus. Misalnya siswa SPG diterjunkan ke sekolah dasar untuk melatih kemampuan sebagai guru di sekolah. Siswa SMEA dikirimkan ke perusahaan untuk mempelajari dan mempraktekkan pembukuan, akuntansi dan lain-lain. Siswa STM diterjunkan ke pabrik-pabrik untuk melatih kemahirannya dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan keahlian yang dipelajarinya. Dengan demikian praktek lapangan berkenaan dengan keterampilan tertentu sehingga lebih tepat untuk sekolah-sekolah kejuruan.
Adapun proyek pelayanan dan pengabdian pada masyarakat. Cara ini dilakukan apabila sekolah (guru dan siswa secara bersama-sama melakukan kegiatan memberikan bantuan kepada masyarakat seperti pelayanan, penyuluhan, partisipasi dalam kegiatan masyarakat, dan kegiatan lain yang diperlukan). Proyek pelayanan pada masyarakat mengandung manfaat yang baik bagi para siswa maupun bagi masyarakat setempat. Bagi siswa merupakan penerapan atau mencoba melakukan kegiatan sehubungan dengan kecakapan belajarnya dalam bidang tertentu sedangkan bagi masyarakat dirasakan manfaatnya sebab secara langsung turut memperbaiki keadaan yang menjadi garapan masyarakat itu sendiri. Misalnya para siswa membantu memberikan pelayanan posyandu, perbaikan jembatan, jalan-jalan, kebersihan lingkungan, penyuluhan KB, dan lain-lain.
2.1.2 Bawa Lingkungan ke dalam Kelas/siswa
Cara lain untuk menjadikan lingkungan sebagai media pembelajaran bagi siswa SD yaitu dengan membawa lingkungan ke sekolah/kelas. Misalnya kita dapat mengundang salah seorang dokter Puskesmas untuk berbicara soal kesehatan atau cara-cara pencegahan suatu penyakit kepada siswa di dalam kelas. Juga bisa mengundang bapak polisi misalnya untuk memberi penjelasan tentang cara berlalu lintas yang baik. Dokter puskesmas dan polisi tersebut merupakan manusia sumber (resource person) yang secara langsung berbicara di depan siswa-siswa mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan bidang tugasnya masing-masing.
Dengan kegiatan seperti ini, siswa dapat memperoleh informasi langsung dari sumber pertama, di samping itu tentu saja guru juga dapat memperoleh informasi tersebut yang berguna sebagai bahan penunjang untuk menambah wawasan pengetahuan. Nara sumber yang diundang harus relevan dengan kebutuhan belajar sehingga apa yang diberikan oleh nara sumber dapat memperkaya materi yang diberikan guru disekolah. Kriteria nara sumber dilihat dari keahliannya dalam suatu bidang tertentu yang diperlukan bukan jabatannya atau kedudukannya.
Sebelum mengundang nara sumber hendaknya dipersiapkan topik apa yang diminta untuk dibahas, siapa yang paling tepat untuk membahasnya (nara sumber), kapan waktunya, bagaimana menghubunginya, serta apa yang harus dilakukan siswa pada waktunya (kegiatan belajar).
Teknik atau cara yang dikemukakan diatas tidak hanya bermanfaat bagi proses belajar siswa namun lebih dari itu dapat digunakan sebagai media kerja sama sekolah dengan masyarakat. Hubungan sekolah dengan masyarakat sangat penting dalam pendidikan agar memperoleh masukan-masukan bagi program pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkaya lingkungan belajar para siswa di sekolah.
2.3 Prosedur Pemanfaatan Lingkungan
Menggunakan lingkungan sebagai media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran memerlukan persiapan dan perencanaan yang saksama dari para guru. Tanpa perencanaan yang matang kegiatan belajar siswa bisa tak terkendali, sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai dan siswa tidak melakukan kegiatan belajar yang diharapkan.
Ada beberapa langkah yang harus ditempuh dalam menggunakan lingkungan sebagai media dan sumber belajar, yakni langkah perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut sehingga pemanfaatan lingkungan tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dalam pengembangan program pembelajaran di sekolah.
1. Tahap perencanaan
Proses pembelajaran merupakan proses yang ditata dan diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu agar dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan. Perencanaan pembelajaran dengan pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran berkenaan dengan perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada. Langkah-langkah tersebut yaitu :
• Pertama, menentukan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa berkaitan dengan penggunaan lingkungan sebagai media pembelajaran.
• Kedua, menentukan objek lingkungan yang akan dipelajari atau dikunjungi.
• Ketiga, merumuskan cara belajar atau bentuk-bentuk kegiatan yang harus dilakukan siswa selama mempelajari media pembelajaran lingkungan,
• Keempat, menyiapkan hal-hal yang sifatnya teknis.
2. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan merupakan kegiatan untuk menerapkan apa yang telah direncanakan. Pada langkah ini segala sesuatu yang telah dirancang dalam perencanaan kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran dilaksanakn sesuai dengan tujuan yang telah dipersiapakan.
3. Tahap Penialaian
Penilaian merupakan upaya untuk menentukan sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran melalui pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran itu tercapai dengan baik, efektif, dan efisien.
4. Tindak lanjut
Guru dapat meminta kesan-kesan yang diperoleh siswa dari kegiatan belajar tersebut, di samping menyimpulkan materi yang diperoleh dan dihubungkan dengn bahan pengajaran bidang studinya. Di lain pihak guru juga memberikan penilaian terhadap kegiatan belajar siswa dan hasil-hasil yang dicapainya.
Tugas lanjutan dari kegiatan belajar tersebut dapat diberikan sebagai pekerjaan rumah, misalnya menyusun laporan yang lebih lengkap, membuat pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan hasil kunjungan, atau membuat karangan berkenaan dengan kesan-kesan yang diperoleh siswa dari kegiatan belajarnya.
Memperhatikan uraian diatas dapat disimpulkan penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar banyak manfaatnya baik dari segi motivasi belajar, aktivitas belajar siswa, kekayaan informasi yang diperoleh siswa, hubungan sosial siswa, pengenalan lingkungan, serta sikap dan apresiasi para siswa terhadap kondisi sosial yang ada disekitarnya.
Proses pengajaran yang mengoptimalkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar dikenal dengan pendekatan ekologis. Dalam upaya pembaharuan kurikulum melalui kurikulum muatan lokal pendekatan lingkungan (ekologis) mutlak diperlukan sehingga lingkungan disekitarnya betul-betul menjadi tujuan dan sumber belajar para siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Lingkungan sebagai media dan sumber belajar para siswa dapat dioptimalkan dalam proses pengajaran untuk memperkaya bahan dan kegiatan belajar siswa di sekolah. Prosedur belajar untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar ditempuh melalui beberapa cara antara lain survey, berkemah, karyawisata pendidikan, kerja pengalaman, manusia sumber (nara sumber).
Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berhasil dengan baik, perlu dilakukan langkah-langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut. Dalam langkah-langkah tersebut, guru dan siswa terlibat aktif sehingga kegiatan pemanfaatan lingkungan tersebut menjadi tanggungjawabbersama.
DAFTAR PUSTAKA
Asep Herry, dkk (2007). Media Pembelajaran . Bandung ; UPI Press
Hendro Setiadi W . (2009) . Makalah Media Pembelajaran [online] Tersedia : http://hendrosetiadi.blogspot.com/2009/01/makalah-media-pembelajaran.html [14 november 2010]
Kamaludin . (2009). Atribut-inovasi dan tingkat [online] Tersedia : http://kamaluddin86.blogspot.com/2009/12/atribut--inovasi-dantingkat_29.html [20 oktober 2010]
Sitimulyani . (2010) . Makalah Pemanfaatan Lingkungan Sekitar [onlne] Tersedia : http://sitimulyani63.blogspot.com/2010/05/makalah-pemanfaatan-lingkungan-sekitar.html [15 november 2010]