Amazing :D

Workshop Pendidikan berkarakter at Kel. Bojongkantong Kec. Langen Kota Banjar

Amazing :D

Finally...Program Kerja KKN banyak yang terealisasi, terimakasih kelompok 21-22 kelurahan Bojongkatong dan seluruh masyarakatnya yang telah mendukung nyampe terbentuknya Posdaya. Posdaya Bojong Asih 2012 semoga bermanfaat :)

Cinta yang hilang+Puisi Cinta



Cinta Yang Hilang

—Puisi—
tersenyumlah saat kau mengingatku
karena saat itu aku sangat merindukanmu
dan menangislah saat kau merindukanku
karena saat itu aku tak berada disampingmu
tetapi pejamkanlah mata indahmu itu
karena saat itu aku akan terasa ada didekatmu
karena aku telah berada dihatimu untuk selamanya

tak ada yang tersisa lagi untukku
selain kenangan – kenangan yang indah bersamamu
mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta
mata indah yang dahulu adalah milikku
kini semuanya terasa jauh meninggalkanku
kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu
hati cinta dan rinduku adalah milikmu

cintamu takkan pernah membebaskanku
bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yang lain
saat sayap – sayapku telah patah karenamu
cintamu akan tetap tinggal bersamaku
hingga akhir hayatku dan setelah kematian
hingga tangan tuhan akan menyatukan kita lagi

betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan
yang tengah menghidupkanku sinar redupku
namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya
aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu
karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku
kau takkan pernah terganti
bagai pecahan logam mengekalkan
kesunyian kesendirian dan kesedihanku
kini aku telah kehilanganmu


—Lagu—
*hilang semua janji semua mimpi - mimpi indah
hancur hati ini melihat semua ini
lenyap telah lenyap kebahagiaan dihati
ku hanya bisa menangisi semua ini
hancur hati ini melihat kau telah pergi

langit menjadi gelap berkelabu
menyelimuti hatiku
mengubah seluruh hidupku
mengapa semua jadi begini perpisahan yang terjadi
diantara kita berdua
ku akan menanti sebuah keajaiban
yang membuat kita bisa bersama kembali

back to *

muachhhhhhh


Pkn


LAPORAN
JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2011-2012
PEMBELAJARAN PKN
Dosen : Drs. Nana Ganda, S.H., M.Pd.



Oleh:
Nama : Dina Herawati
NIM : 0903671
Interes : IPA
Semester : V (lima)


PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS TASIKMALAYA
2011
NASKAH SOAL


1. Paradigma baru merupakan model atau kerangka berpikir sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis, maka pendidikan kewarganegaraan sebagai mata pelajaran pembangunan karakter bangsa (National Character Building).
a. Bagaimana proses dan peran paradigma baru bidang studi PKn bagi pendidikan anak bangsa guna mengembangkan pola dinamika kehidupan dimasyarakat.
b. Uraikan secara rinci tentang karakteristik bidang studi PKn model paradigma baru yang dilandasi oleh esensi pendidikan demokrasi di Indonesia.
2. Peran seorang guru dalam proses pengembangan dan penerapan metodologi pembelajaran bidang studi PKn yang mengacu pada hakikat, fungsi dan tujuan operasional bidang studi PKn.
Tugas Saudara :
a. Uraikan tentang hakikat, fungsi dan tujuan bidang studi PKn.
b. Apa alasannya bidang studi PKn disebut pembentukan pola sikap bagi karakter anak bangsa.
c. Bagaimana peran metode media dan evaluasi bidang studi PKn yang dilandasi peran ranah afektif bagi pola sikap kehidupan berbangsa.
3. Guna mendorong munculnya demokratisasi dalam sistem pendidikan di Indonesia, pendekatan pendidikan dan pengajaran yang selama ini digunakan perlu diubah dari pendekatan-pendekatan yang tradisional sifatnya, menjadi pendekatan yang bersifat konstruktif, salah satunya adalah pendekatan kontruktivisme.
Uraikan sistem pendekatan konstruktivisme dalam PBM di kelas guna mendorong munculnya pendidikan demokrasi!
4. Guru adalah tenaga professional di bidang pendidikan yang menggunakan keahliannya untuk membantu perkembangan serdik, karena guru berperan sebagai agen pembaharu, pemimpin dan pengembang bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan serdik, maka guru harus merancang pembelajaran atas dasar kebutuhan individual serdik.
Oleh karenanya dalam PBM bidang studi PKn diperlukan seorang guru yang inkuiri.
Tugas saudara bagaimana bentuk dan ciri-ciri guru yang inkuiri itu?
5. Ambil satu pokok bahasan bidang studi PKn dan kembangkan oleh saudara jadi persiapan pembelajaran (RPP), yang sesuai dengan ciri dan karakteristik isi pesan ranah dunia afektif. (Harus membuat RPP lengkap dan kelasnya tentukan sendiri).


JAWABAN SOAL :

 JAWABAN No. 1
a) Proses dan peran paradigma baru bidang studi PKn bagi pendidikan anak bangsa guna mengembangkan pola dinamika kehidupan dimasyarakat, yaitu mengingat pengertian p aradigma berarti suatu model atau kerangka berpikir yang digunakan dalam proses pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Sejalan dengan dinamika perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ditandai oleh semakin terbukanya persaingan antarbangsa yang semakin ketat, maka bangsa Indonesia mulai memasuki era reformasi di berbagai bidang menuju kehidupan masyarakat yang lebih demokratis.
Sehingga tugas PKn dengan paradigma barunya yaitu mengembangkan pendidikan demokrasi mengemban tiga fungsi pokok, yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic knowledge), membina keterampilan warga negara (civic skill) dan membentuk watak warga negara (civic disposition). Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional, melainkan juga dalam dimensi spiritual, emosional, dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional.
b) Karakteristik bidang studi PKn model paradigma baru yang dilandasi oleh esensi pendidikan demokrasi di Indonesia yaitu pada hakekatnya, proses pembentukan karakter bangsa diharapkan mengarah pada penciptaan suatu masyarakat Indonesia yang menempatkan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai titik sentral. Dalam proses itulah, pembangunan karakter bangsa kembali dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan tentunya memerlukan pola pemikiran atau paradigma baru.
Maka diperlukanlah karakteristik model paradigma baru bidang studi PKn yang dilandasi oleh esensi pendidikan demokrasi di Indonesia, paradigma tersebut yaitu dilihat dari struktur keilmuannya, pendidikan kewarganegaraan paradigma baru mencakup tiga dimensi keilmuan, yaitu dimensi pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), dan karakter atau watak kewarganegaraan (civic dispositions). Selanjutnya, untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma baru PKn. Model pembelajaran yang berbasis portofolio yang lebih dikenal dengan “Proyek-belajar Kewarganegaraan Kami Bangsa Indonesia (PKKBI)” dianggap sebagai model pembelajaran yang paling tepat dan sesuai dengan paradigma baru PKn.

 JAWABAN No. 2
Peran seorang guru dalam proses pengembangan dan penerapan metodologi pembelajaran bidang studi PKn yang mengacu pada hakikat, fungsi dan tujuan operasional bidang studi PKn.
a) Berikut tentang hakikat, fungsi dan tujuan bidang studi PKn :
Pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan berdasarkan Nilai-nilai pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestatikan nilai luhur dan Moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk prilaku dalam kehidupan sehari-hari para Mahasiswa baik sebagai individu, sebagai calon guru/pendidik, anggota masyarakat dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Hakikat Pendidikan kewarganegaraan adalah merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukkan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD1945.
Tujuan dan fungsi mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah untuk mengembagkan kemampuan-kemampuan sebagai berikut: Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Berpartisifasi secara aktif dan bertanggung jawab, serta beeertindak cerdas dalam kegiatan kemasyararakatan, berbangsa dan bernegara. Berkembang secara positif dan demokratisuntuk membentuk diri beerdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa lainnya. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam pecaturan dunia secar langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Secara umum tujuan Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai berikut: Memberikan pengertian pengetahuan dan pemahaman tentang Pancasila yng benar dan sah Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila dan cirri khas serta watak ke-Indonesian

b) Alasan bidang studi PKn disebut pembentukan pola sikap bagi karakter anak bangsa, yaitu Pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan berdasarkan Nilai-nilai pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestatikan nilai luhur dan Moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk prilaku dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena itu bidang studi PKn disebut pembentukan pola sikap bagi karakter anak bangsa alasannya karena dalam pembelajaran PKn nilai sangat penting untuk ditanamkan sejak dini karena nilai bermanfaat sebagai standar pegangan hidup. Dengan demikian, nilai Pancasila perlu dipahamkan pada anak. Sarana paling tepat untuk menanamkannya adalah melalui pembelajaran PKn, karena di dalamnya terkandung muatan nilai, moral, dan norma yang disertai contoh-contoh. Lickona mengacu pada pemikiran filosof Michael Novak yang berpendapat bahwa watak atau karakter seseorang dibentuk melalui tiga aspek yaitu, konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral feeling), dan perilaku moral (moral behavior) yang mana satu sama lain saling berhubungan dan terkait.
Dengan demikian, hasil pembentukan sikap karakter anak pun dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Ketiga aspek tersebut terdapat dalam pembelajaran PKn, itulah alasan mengapa PKn disebut pembentukan pola sikap bagi karakter anak bangsa.

c) Peran metode media dan evaluasi bidang studi PKn yang dilandasi peran ranah afektif bagi pola sikap kehidupan berbangsa yaitu Pada prinsipnya PKn lebih menekankan pada pembentukan aspek moral (afektif) tanpa meninggalkan aspek yang lain. Untuk mencapai sasaran dan target tersebut, dalam pelaksanaan pembelajaran diperlukan penataan alat, bahan, dan sumber belajar agar dapat dilihat dan mudah digunakan oleh siswa. Sumber belajar dapat berupa media cetak, model, gambar-gambar, laporan, dan kliping. Media pembelajaran dalam PKn harus dapat menstimulus lahirnya proses pembelajaran yang aktif dan kreaktif.
Melalui pembelajaran PKn minimal terdapat tiga hal yang akan dan harus dikembangkan oleh guru, yaitu kecerdasan warganegara (civic intelligence), tanggungjawab warganegara (civic responsibility) dan partisifasi warganegara (civic Partisipation). Untuk mengembangkan ketiga hal tersebut, diperlukan kemahiran dalam menggunakan berbagai metode, media dan evaluasi pembelajaran khususnya PKn. Kemampuan dalam menggunakan berbagai metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif, maupun keberhasilan aspek afektif dan aspek psikomotor. Ketidaktepatan memilih dan menggunakan metode pembelajaran akan mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya untuk mengembangkan sikap disiplin, tidak cukup hanya menggunakan metode ceramah murni, tetapi perlu divariasikan dengan metode yang dapat mengungkapkan nilai, seperti analisis nilai, simulasi, permainan dan percontohan. Dalam kaitannya dengan pembelajaran PKn penggunaan berbagai macam model pembelajaran yang tersedia, tentu saja harus disesuaikan dengan karakteristik tujuan pembelajaran, karakteristik materi, situasi dan lingkungan belajar siswa, tingkat perkembangan dan kemampuan belajar siswa, waktu dan kebutuhan belajar bagi siswa itu sendiri. Oleh karena itu peran metode dan evaluasi dalam PKn sangat penting, apalagi diperlukan kemahiran dalam pelaksanaannya karena akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa baik keberhasilan aspek kognitif, maupun keberhasilan aspek afektif dan aspek psikomotor yang membentuk pola sikap kehidupan berbangsa di masa depan.

 JAWABAN No. 3
Pendekatan konstruktivisme adalah suatu jenis pendekatan pembelajaran yang lebih menekankan aspek keaktifan peserta didik dalam PBM. Pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kondisi tuntutan kehidupan era sekarang adalah pendekatan konstruktivisme.
Ada beberapa alternatif pilihan atau langkah strategis yang dapat dilakukan oleh setiap guru untuk menerapkan pendekatan konstruktivisme (PK) dalam PBM, antara lain sebelum menerapkan PK dalam PBM setiap guru harus memahami betul ciri-ciri pembelajaran yang menggunakan PK. Yaitu :
1. Peserta didik lebih aktif dalam proses belajar karena fokus belajar mereka pada proses integrasi pengetahuan yang baru dengan pengalaman, pengetahuan mereka yang telah ada dalam pikirannya;
2. Setiap pandangan yang berbeda akan dihargai dan diperlukan. Peserta didik didorong untuk menemukan berbagai kemungkinan jawaban dalam mensintesiskan secara terintegrasi;
3. Proses pembelajaran harus mendorong adanya kerjasama, tapi bukan untuk bersaing secara negatif. Proses belajar melalui kerjasama memungkinkan peserta didik untuk mengingat pelajaran lebih lama
4. Kontrol kecepatan dan fokus pelajaran ada pada peserta didik. Cara ini akan lebih memberdayakan peserta didik lebih dinamik inovatif, dan
5. Pendekatan konstruktivisme memberikan pengakuan belajar yang tidak terlepas dari konteks dunia nyata peserta didik.
Agar mampu mewujudkan kelima ciri tersebut, maka setiap guru harus terus membangun kualitas pemahaman disiplin ilmu yang diampu baik secara tekstual maupun kontekstual, karena posisi guru dalam PK adalah mediator selama PBM. Menurut Brook & Brook (1999), bahwa ciri sikap dan perilaku guru yang menerapkan pendekatan konstruktivisme dalam PBM adalah:
1. Guru menganjurkan dan menerima otonomi dan inisiatif peserta didik dalam memahami, menginterpretasi materi pelajaran
2. Guru menggunakan data primer dan bahan manipulative dengan penekanan pada ketrampilan berpikir kritis peserta didik
3. Ketika penyusunan tugas-tugas materi pelajaran, guru memakai istilah-istilah kognitif seperti: klasifikansikanlah; analisilah; ramalkanlah; dan ciptakanlah
4. Guru menyertakan respons peserta didik dalam rangka pengendalian pelajaran, mengubah strategi pembelajaran dan mengubah isi materi pelajaran
5. Guru menggali pemahaman, pengetahuan atau pengalaman peserta didik tentang konsep-konsep yang akan dibelajarkan sebelum konsep-konsep baru tentang materi pelajaran yang akan dikaji
6. Guru menyediakan kondisi pembelajaran di kelas yang konmdusif agar peserta didik dapar berdiskusi dengan baik dengan dirinya maupun dengan peserta didik yang lain untuk memecahkan permasalahan
7. Guru mendorong sikap inkuiri peserta didik dengan menanyakan sesuatu yang menuntut berpikir kritis-sistematis, menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka, dan mendorong peserta didik agar berdiskusi antar teman
8. Guru mengolaborasi respon awal peserta didik atau guru sebagai mediator pemikiran-pemikiran peserta didik yang konstruktif
9. Guru mengikutsertakan peserta didik dalam pengalaman-pengalaman yang dapat menimbulkan kontradiksi terhadap hipotesis awal mereka dan kemudian mendorong untuk mendiskusikan sesama teman dan memecahkannya
10. Guru menyediakan waktu tunggu bagi peserta didik untuk memecahkan beberapa pertanyaan atau problem yang diajukan
11. Guru menyediakan waktu untuk peserta didik dalam mengkontruksi hubungan-hubungan dan menciptakan analogi atau kiasan-kiasan; dan
12. Guru memelihara sikap keingintahuan alamiah peserta didik melalui peningkatan frekuensi pemakaian model siklus belajar.

 JAWABAN No. 4
Penerapan model pembelajaran inkuiri dapat berhasil dengan baik jika guru memahami beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam merancang inkuiri seperti disarankan oleh Keffer (Ibrahim, 2007) antara lain sebagai berikut :
1. Siswa harus dihadapkan dengan masalah-masalah yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan dan sumbernya bisa dari siswa itu sendiri maupun dari guru. Dalam tahap awal, masalah yang akan dipecahkan sebaiknya terstruktur dan jawabannya tidak bias.
2. Siswa harus diberi keyakinan bahwa mereka dapat menyelesaikan masalahnya. Dalam hal ini guru harus dapat menjadi fasilitator dan motivator bagi siswa. Siswa mungkin akan merasa kesulitan dan berputus asa pada saat mengalami hambatan jika tidak dibantu oleh guru.
3. Siswa harus memiliki informasi awal tentang masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu guru harus berperan dalam memberikan informasi pendukung baik dengan cara melibatkan siswa bekerja bersama guru atau diberikan saran tentang sumber-sumber dan wujud informasi yang dibutuhkan dan dpat dicari dan diperolehnya sendiri.
4. Siswa harus diberi kesempatan melakukan sendiri dan mengevaluasi hasil kegiatannya. Guru memonitor kegiatan siswa dan memberi bantuan jika siswa sudah betul-betul tidak mampu memecahkan masalah.
5. Siswa diberikan waktu yang cukup untuk bekerja berdasarkan pendekatan baru secara individual maupun berkelompok dan perlu diberikan contoh yang tepat dan agar dapat membedakan contoh salah yang berkaitan dengan masalah.

 JAWABAN No. 5
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Life is a book...
Every year has a new page with adventures to tell, things to learn, pain to heal and tales to remember.
Thank yau being with me all the way in 2011 as great friend, great partner and great family.
may yau have wonderful chapters in 2012
wish yau all the best :*

2011 berlalu but gonna miss you so :')
Welcome 2012, gonna love you for sure..Happy New Year.. :* :* :)
*dengan menyebut nama Allah yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang*
semoga resolusi 2012 terwujud . aamin :)